Tingkat Kesuburan Korea Selatan Terendah di Dunia, Ini Penyebabnya

Berita29 Dilihat

Rabu, 28 Februari 2024 – 21:42 WIB

Korea Selatan – Pada tahun 2023, tingkat kesuburan Korea Selatan, yang merupakan terendah di dunia mencapai rekor terendah baru. Upaya untuk membalikkan tren tersebut telah memakan biaya besar bagi negara tersebut, dengan pengeluaran mencapai miliaran dolar, karena populasi terus menyusut selama empat tahun berturut-turut.

Baca Juga :

Tak Ingin Dirayakan Hura-hura Saat Prabowo-Gibran Disahkan Menang Pilpres 2024 Kata Budiman

Jumlah rata-rata harapan bayi bagi seorang wanita Korea Selatan selama masa reproduksinya turun menjadi 0,72 dari 0,78 pada tahun 2022, menurut data dari Statistik Korea pada hari Rabu, dikutip dari The Business Standard.

Ilustrasi masyarakat Korea Selatan.

Baca Juga :

Bawaslu Ungkap Sudah 3 Kali Surati KPU terkait Permasalahan Sirekap

Sejak tahun 2018, Korea Selatan menjadi satu-satunya anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) yang memiliki angka di bawah 1. 

Pemerintah Korea Selatan telah menjadikannya sebagai prioritas nasional untuk membalikkan penurunan angka kelahiran dan pada bulan Desember berjanji akan melakukan langkah-langkah luar biasa untuk mengatasi situasi tersebut.

Baca Juga :

Soroti Penghitungan Suara Pilpres 2024, Effendi Simbolon: Gak Ada Orang yang Siap Kalah

Sementara itu, menjelang pemilu pada bulan April, partai-partai politik besar di Korea Selatan berjanji akan menyediakan lebih banyak perumahan umum dan pinjaman yang lebih mudah dalam upaya membendung penurunan populasi, dengan tujuan untuk menghilangkan ketakutan akan kepunahan nasional seiring dengan menurunnya tingkat kesuburan.

Fokus partai-partai tersebut pada jumlah penduduk dalam rencana pemilu mereka mencerminkan meningkatnya kekhawatiran setelah pengeluaran lebih dari $270 miliar untuk bidang-bidang seperti subsidi penitipan anak sejak tahun 2006 gagal membalikkan rekor tingkat kesuburan yang rendah.

Baca Juga  Ragam Terapi untuk Skoliosis, Kelainan pada Tulang Belakang

Menikah dipandang sebagai prasyarat untuk memiliki anak di Korea Selatan, namun pernikahan juga mengalami penurunan di negara dengan beban keuangan tinggi yang disebut-sebut sebagai alasan utamanya. 

Korea Selatan bukan satu-satunya negara di kawasan ini yang berjuang melawan populasi yang menua dengan cepat. Tingkat kesuburan di negara tetangga, Jepang, mencapai rekor terendah yaitu 1,26 pada tahun 2022, sementara Tiongkok mencatat 1,09, yang juga merupakan rekor terendah. 

Di Korea Selatan, ibu kotanya Seoul, memiliki tingkat kesuburan terendah yaitu 0,55 pada tahun lalu. Korea Selatan sebelumnya memproyeksikan tingkat kesuburannya kemungkinan akan turun lebih jauh menjadi 0,68 pada tahun 2024.

Halaman Selanjutnya

Fokus partai-partai tersebut pada jumlah penduduk dalam rencana pemilu mereka mencerminkan meningkatnya kekhawatiran setelah pengeluaran lebih dari $270 miliar untuk bidang-bidang seperti subsidi penitipan anak sejak tahun 2006 gagal membalikkan rekor tingkat kesuburan yang rendah.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *