Ricuh Demo Tuntut Kenaikan UMP Rp5,6 Juta di Balai Kota DKI, Seorang Buruh Diangkat Polisi

Berita95 Dilihat

Selasa, 21 November 2023 – 17:03 WIB

Jakarta – Aksi demo sekelompok buruh yang menuntut kenaikan upah minimum provinsi (UMP) di depan Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 21 November 2023 berujung ricuh. Para buruh merusak dan mencopot pagar Balai Kota DKI Jakarta.

Baca Juga :

Bobol Pagar Balai Kota DKI, Buruh Desak Heru Budi Teken Pergub UMP Rp5,6 Juta

Pantauan VIVA, para buruh tak hanya merusak pagar tapi juga berupaya menerobos pagar Balai Kota DKI Jakarta. Mereka memaksa bertemu Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi untuk membahas UMP yang rencananya disahkan hari ini.

Melihat aksi para buruh yang semakin ricuh, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro turun tangan. Dia menaiki mobil komando dan mengimbau para buruh untuk meninggalkan lokasi.

Baca Juga :

UMP Aceh 2024 Sebesar Rp3,46 Juta, Hanya Naik 1,28 Persen

Aksi massa buruh tuntut kenaikan UMP di Balai Kota DKI.

Susatyo beralasan, para buruh harus mundur dan menghentikan aksi lantaran sudah merusak fasilitas Pemprov DKI.

Baca Juga :

UMP Sulsel Hanya Naik Rp 49.153 atau 1,4 Persen, Buruh Nyelekit

“Karena sudah merusak fasilitas, saya minta bubarkan diri,” kata Susatyo.

Meski begitu, instruksi Susatyo tak diindahkan. Para buruh justru menantang dan duduk di tengah jalan. Sementara, di seberangnya ada mobil water cannon yang sudah bersiaga. Pun, puluhan anggota polisi membentuk barikade.

Namun, ada seorang buruh yang tetap duduk di tengah jalan tanpa mengindahkan instruksi Susatyo. Akhirnya, buruh tersebut pun diangkat dua anggota polisi agar mundur. 

Sementara, salah seorang buruh yang jadi orator tetap menyuarakan suaranya. Dia mengaku kecewa lantaran tak bisa bertemu dengan Heru Budi untuk membahas soal UMP. 

Baca Juga  WHO Adopsi Resolusi Tentang Akses Bantuan ke Gaza

“Ini sejarah kita bahwa tahun 2023 ini dalam memperjuangkan upah minimum provinsi kita tidak bisa bertemu dengan Pj Gubernur yang namanya Heru Budi,” ujar orator.

“Kita telah diadu domba oleh Pak Heru,” lanjut sang orator.

Halaman Selanjutnya

Namun, ada seorang buruh yang tetap duduk di tengah jalan tanpa mengindahkan instruksi Susatyo. Akhirnya, buruh tersebut pun diangkat dua anggota polisi agar mundur. 

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *