Resika Caesaria si Cantik Ratu Cimol dari Banyumas

Berita98 Dilihat

Sabtu, 28 Oktober 2023 – 18:36 WIB

Banyumas – Cimol, makanan khas Sunda yang terbuat dari tepung kanji berbentuk bulat ini begitu populer di kalangan masyarakat Indonesia. Teksturnya yang gurih membuat banyak orang sangat menikmati jajanan tersebut.

Baca Juga :

Top Trending: Polisi Buang Jasad Korban Kecelakaan ke Sungai, Hukum Tahlilan dalam Islam

Cimol memang memiliki harga yang terjangkau, namun di balik murahnya Cimol bisa mengantarkan seorang wanita cantik dari keluarga sederhana menjadi seorang miliarder.

Dialah Resika Caesaria, wanita yang kini berusia 32 tahun itu kini menjadi seorang miliarder berkat berbisnis Cimol. Wanita asal Banyumas, Jawa Tengah itu mulai berbisnis Cimol sejak duduk di bangku SMA.

Baca Juga :

Sejumlah Orang Berkostum Biru Mencolok Ramaikan CFD, Ada Apa?

Resika Caesaria si Cantik Ratu Cimol dari Banyumas

Photo :

  • Tangkapan layar media sosial Instagram @resicacaesaria

Saat Resika Caesaria masih duduk di bangku SMA, ayahnya yang bekerja sebagai sopir harus pensiun karena faktor usia. Caesaria harus bertahan hidup dengan berjualan. Dia mulanya berjualan Cilok hingga memiliki uang saku Rp20 ribu, jumlah yang besar bagi seusianya dulu.

Baca Juga :

Jembatan Kaca di Banyumas Pecah, Pemilik Tak Pernah Uji Kelaikan

Ide pun datang saat dia bertemu pedagang Cimol dan bertukar resep dengan resep Batagor yang telah dikuasai. Dia kemudian mulai belajar bagaimana membuat Cimol dengan cita rasa dan tekstur yang gurih.

Modalnya saat itu hanya Rp63 ribu. Dia memutar otak bagaimana dari uang dengan jumlah terbatas itu bisa melahirkan usaha yang terus tumbuh.

“Uang Rp63 ribu saat itu pas-pasan. Mau buat beli apa dulu, peralatan enggak cukup. Jadi saya gunakan beli bahan baku. Gimana caranya, berpikir meminimalisir kerugian. Dari bahan baku stok yang enggak mudah expired, misalnya tepung. Rp63 ribu bahan baku buat produk biar produk itu harus balik untung, enggak hanya balik modal dulu,” katanya.

Baca Juga  Texas Tech gets 1st win with 41-3 romp over FCS-member Tarleton after early pick-6

Namun siapa sangka, dari modal terbatas itu jualannya laris manis dan terus untung. Dia kemudian menambah jumlah produksi sehingga keuntungan terus berlipat.

Dia bahkan menjalin kemitraan dengan puluhan mitra dari kalangan ekonomi menengah. Itu membuat omzetnya naik mencapai Rp2 miliar per tahun.

“Untungnya saya balik ke modal, lama-lama berkembang. Di total usaha kita perputaran pusat Rp2 M dalam setahun dari Rp63 ribu selama 15 tahun,” ujar dia.

Resika Caesaria kemudian membentuk badan usaha bernama Made Arizka dan mendaftarkan di HAKI. Dia terus bekerja sama membuka mitra baru dengan masyarakat ekonomi menengah.

Resika Caesaria si Cantik Ratu Cimol dari Banyumas

Resika Caesaria si Cantik Ratu Cimol dari Banyumas

Photo :

  • Instagram @resicacaesaria

Tidak hanya soal untung semata, wanita cantik itu berusaha untuk menolong sesama dengan usaha Cimol miliknya. Keuntungan yang dimiliki Caesaria juga disisihkan untuk kegiatan kemanusian.

Prinsip wanita ini dalam membangun mitra bisnisnya adalah bermitra dengan masyarakat kelas menengah bukan orang yang bermodal besar. Niatnya tidak semata untuk bisnis, tetapi menolong masyarakat lepas dari jeratan kemiskinan.

“Saya hanya menerima mitra yang akan berjualan Cimol ini sendiri, bukan mereka yang punya modal besar dan merekrut karyawan lagi untuk menjualkannya,” ujarnya.

Dia berharap niatnya ini menjadi perantara rezeki kepada masyarakat ekonomi menengah.

“Semoga kedua tangan saya bisa dijadikan perantara Allah untuk rezeki mereka,” katanya.

Dalam menjalankan bisnisnya, dia menarik minat pembeli dengan gratis satu poin jika membeli Cimol di atas Rp50 ribu. Satu poin setara Rp1.000, sehingga jika poin terkumpul, masyarakat dapat menukar Cimol secara gratis dengan poin yang terkumpul.

Berkat semangat wirausahanya, pada 2014 Resika Caesaria menerima apresiasi apresiasi SATU Indonesia Awards dari Astra. Apresiasi tersebut merupakan wujud apresiasi Astra untuk generasi muda, baik individu maupun kelompok, yang memiliki kepeloporan dan melakukan perubahan untuk berbagi dengan masyarakat sekitarnya di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan teknologi.

Baca Juga  Istana Jelaskan Alasan Jokowi Bagikan Bansos tapi Tak Ajak Mensos Risma

Halaman Selanjutnya

“Uang Rp63 ribu saat itu pas-pasan. Mau buat beli apa dulu, peralatan enggak cukup. Jadi saya gunakan beli bahan baku. Gimana caranya, berpikir meminimalisir kerugian. Dari bahan baku stok yang enggak mudah expired, misalnya tepung. Rp63 ribu bahan baku buat produk biar produk itu harus balik untung, enggak hanya balik modal dulu,” katanya.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *