Hubungan Indonesia dan China Makin Mesra di Bidang Digital

Berita59 Dilihat

Selasa, 30 Januari 2024 – 20:21 WIB

VIVA Tekno – Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini berkembang sangat cepat dan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu kunci utama dalam pertumbuhannya sehingga pengembangan kemampuan dan pengetahuan SDM menjadi sangat penting.

Baca Juga :

AS-Iran Menegang, China Bilang Begini

Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, semangat kolaborasi antara Indonesia dan China memiliki harapan besar dalam membentuk masa depan ranah digital.

Kemitraan tersebut memiliki potensi untuk menciptakan ekosistem digital yang berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Baca Juga :

ASN yang Pindah ke IKN Bakal Diseleksi Ketat, Intip Persyaratannya

Kedua negara bertekad untuk meningkatkan keterampilan talenta digital dan engineer melalui program-program komprehensif yang mencakup pelatihan, penelitian, dan pengembangan karir.

Untuk itu, Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) sebagai Asosiasi TIK di Indonesia terus berupaya membangun dan mengembangkan kemampuan SDM agar mampu bersaing ke depannya, baik dalam maupun luar negeri, melalui kerja sama antar institusi.

Baca Juga :

Peringatan Hari Pabean Internasional 2024, Jalin dan Perkuat Kemitraan Dalam Hadapi Tantangan Global

Hal ini diungkapkan Ketua Umum Mastel Sarwoto Atmosutarno di Jakarta, Selasa, 30 Januari 2024. Kerja sama Indonesia dan China di bidang TIK dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara ZTE, China Institute of Communications (CIC), Mastel, serta Telkom University, Bandung, Jawa Barat.

Dalam pertemuan tersebut, ZTE dan Telkom University turut meresmikan laboratorium Digital Enterprise Ecosystem (DEE), yang diharapkan dapat mendukung peningkatan bakat digital serta mendorong kolaborasi antara pengembang aplikasi, perusahaan, dan operator jaringan seluler untuk mengembangkan ekosistem perangkat keras dan lunak.

Direktur Utama ZTE Indonesia Richard Liang menambahkan untuk memperkuat ekosistem digital yang inklusif, maka kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan bersama.

“Kami percaya bahwa sinergi antara pemerintah, asosiasi, industri, dan lembaga akademik akan membentuk fondasi yang kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta perkembangan teknologi yang positif,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya

Dalam pertemuan tersebut, ZTE dan Telkom University turut meresmikan laboratorium Digital Enterprise Ecosystem (DEE), yang diharapkan dapat mendukung peningkatan bakat digital serta mendorong kolaborasi antara pengembang aplikasi, perusahaan, dan operator jaringan seluler untuk mengembangkan ekosistem perangkat keras dan lunak.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *