Hizbullah Serang Pangkalan Militer Israel di Galilea Barat, 6 Tentara IDF Luka-luka

Berita70 Dilihat

Senin, 11 Desember 2023 – 18:40 WIB

Tel Aviv – Enam tentara IDF alami luka-luka pada Minggu, 10 Desember 2023, akibat pecahan peluru, dan menghirup asap dalam serangan pesawat tak berawak Hizbullah di sebuah pangkalan militer di Galilea Barat.

Baca Juga :

Biadab, Tentara Zionis Ancam Perkosa Wanita Hamil Palestina

IDF mengatakan dua drone yang diluncurkan dari Lebanon ditembak jatuh oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome.

Kelompok teror Hizbullah yang didukung Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Baca Juga :

PM Shtayyeh Tegaskan Hamas Bagian dari Lanskap Politik Palestina

VIVA Militer: Ledakan di utara Israel usai serangan roket Hizbullah

Korban luka dibawa ke Galilee Medical Center di Nahariya. Dua orang dilaporkan dalam kondisi luka sedang setelah terkena pecahan peluru, sedangkan empat lainnya luka ringan akibat ledakan dan menghirup asap.

Baca Juga :

WHO Adopsi Resolusi Tentang Akses Bantuan ke Gaza

Sementara itu, IDF mengatakan pihaknya telah melakukan gelombang serangan udara luas terhadap sasaran Hizbullah di Lebanon selatan, sebagai tanggapan atas serangan perbatasan dan mengenai kompleks militer, serta infrastruktur lain milik kelompok teror tersebut.

Dalam insiden lain, IDF mengatakan pihaknya menyerang pasukan rudal anti-tank di Lebanon selatan yang berusaha melakukan serangan di dekat komunitas Zar’it di Israel utara.

Dilansir dari Times of Israel, Senin, 11 Desember 2023, militer juga melakukan beberapa serangan terhadap serangan Lebanon beberapa hari lalu, ketika serangan yang dipimpin Hizbullah di perbatasan utara Israel terus berlanjut.

Para pejabat medis mengatakan pada Sabtu malam, 9 Desember 2023, bahwa tiga tentara Israel terluka dalam serangan Hizbullah di perbatasan utara pada hari sebelumnya. Namun, mereka tidak memberikan rincian mengenai serangan tersebut.

Baca Juga  Aparat Gabungan Kontak Tembak dengan KKB di Intan Jaya, Satu Anggota TNI dan 1 Warga Luka

Rumah Sakit Rambam di Haifa mengatakan seorang tentara dibawa ke pusat medis pada Jumat pagi, 8 Desember 2023, dan dalam kondisi baik, setelah terluka oleh pecahan peluru.

Pada hari berikutnya, dua tentara tiba di rumah sakit setelah terluka dalam serangan terpisah. Satu tentara awalnya terdaftar dalam kondisi serius dan kemudian ditingkatkan menjadi sedang. Prajurit kedua tercatat dalam kondisi ringan hingga sedang.

Tentara yang terluka parah adalah Niv Steif, seorang wasit sepak bola di liga top Israel yang saat ini menjalankan tugas cadangan. Dikatakan dia terluka oleh rudal anti-tank.

VIVA Militer: Roket pasukan Hizbullah Lebanon

VIVA Militer: Roket pasukan Hizbullah Lebanon

Beberapa roket menargetkan komunitas perbatasan Israel sepanjang Sabtu, dan tidak menyebabkan korban jiwa. Pasukan darat kemudian merespons dengan artileri pada sumber tembakan.

Dalam satu contoh, tentara mengatakan tank-tank menembaki daerah dekat kota Metula di utara untuk menghilangkan ancaman.

Pasukan Israel juga melakukan berbagai serangan di Lebanon selatan, menargetkan sel, dan pusat komando Hizbullah.

Serangan yang dipimpin Hizbullah di sepanjang perbatasan utara dengan Lebanon terus terjadi sejak perang Israel-Hamas dimulai pada 7 Oktober 2023.  Baku tembak setiap hari dengan Hizbullah, Hamas, dan kelompok teror lainnya meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya konflik yang lebih luas.

Pertempuran di perbatasan telah mengakibatkan empat kematian warga sipil di pihak Israel, serta kematian enam tentara IDF. Ada juga sejumlah serangan roket dari Suriah.

Di pihak Lebanon, lebih dari 120 orang tewas. Sementara jumlah korban tersebut termasuk 98 anggota Hizbullah, yang beberapa di antaranya tewas di Suriah, 16 anggota Hamas teroris, dansedikitnya 14 warga sipil dan tiga jurnalis.

Sementara itu, Hizbullah mengatakan salah satu dari tiga anggotanya yang tewas pada Jumat lalu dalam serangan pesawat tak berawak Israel di Suriah adalah Hassan Ali Dakdouk, putra Ali Mussa Dakdouk, yang diduga bertanggung jawab atas operasi kelompok teror tersebut di Suriah selatan.

Baca Juga  Dalam Islam Tak Boleh Sewenang-wenang

Mussa Dakdouk bertanggung jawab untuk melatih milisi pro-Iran di Irak dengan tujuan menyerang pasukan Amerika. Dia ditahan oleh pasukan AS di Irak pada tahun 2007 tetapi kemudian dibebaskan.

Halaman Selanjutnya

Dilansir dari Times of Israel, Senin, 11 Desember 2023, militer juga melakukan beberapa serangan terhadap serangan Lebanon beberapa hari lalu, ketika serangan yang dipimpin Hizbullah di perbatasan utara Israel terus berlanjut.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *