Bangunan Sudah Keropos, Pos Pantau Pintu Air Palmerah Ambrol

Berita47 Dilihat

Selasa, 6 Februari 2024 – 21:50 WIB

Jakarta – Akibat debit air yang meninggi dan curah hujan yang cukup deras, pos pantau pintu air Palmerah, Jakarta Barat ambrol lantaran bangunan sudah keropos pada Senin 5 Februari 2024 sekitar pukul 14.30 WIB.

Baca Juga :

Banjir Bandang Terjang Grobogan Jawa Tengah, Rendam 32 Desa di 12 Kecamatan

Hingga kini terlihat puing pos pantau yang ambrol tersebut masih belum diangkat.

Beberapa petugas hingga kini masih mencari barang-barang yang sekiranya masih bisa dipakai.

Baca Juga :

Hujan Lebat Turun Hari Ini, Sejumlah Lokasi di Jakbar dan Jaksel Dilanda Banjir

Ilustrasi pintu air Katulampa, Bogor.

Petugas Saringan Unit Pelayanan Sampah (UPS) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Agus M mengatakan, pihaknya dengan cepat melaporkan kasus tersebut ke pihak PLN untuk mematikan listrik.

Baca Juga :

Penyaluran BLT El Nino di Bali Capai 100 Persen

Akibat debit air yang meninggi dan curah hujan yang cukup deras, Pos pantau Pintu Air Palmerah, Jakarta Barat, ambrol lantaran bangunan sudah keropos pada Senin 5 Februari 2024 sekitar pukul 14.30 WIB.

Akibat debit air yang meninggi dan curah hujan yang cukup deras, Pos pantau Pintu Air Palmerah, Jakarta Barat, ambrol lantaran bangunan sudah keropos pada Senin 5 Februari 2024 sekitar pukul 14.30 WIB.

“Kita gercep (gerak cepat), langsung (lapor) ke PLN, ke kantor,” ujar Agus dalam keterangannya di Palmerah, Selasa 6 Februari 2024.

Agus mengatakan kondisi pos pantau pintu air Palmerah memang sudah mengkhawatirkan sejak awal bulan, sebelum akhirnya rubuh dan masuk ke sungai. 

“Dari awal bulan sih, di bawah situ sudah ada keroposan, retak-retak. Awalnya retak memang, pas beberapa hari yang awalnya sejajar itu jadi ambles,” ujarnya.

Agus mengatakan curah hujan yang tinggi menyebabkan aliran kali menjadi deras dan membuat pos jaga tersebut akhirnya ambrol ke sungai.

Baca Juga  Peran Startup Fintech pada Akses Keuangan Masyarakat

“Nah, dengan datangnya curah hujan yang tinggi, itu lama-lama kan dia ngedorong, nabrak terus air, kan. Jebol akhirnya dia nih,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

“Dari awal bulan sih, di bawah situ sudah ada keroposan, retak-retak. Awalnya retak memang, pas beberapa hari yang awalnya sejajar itu jadi ambles,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *